Blog

Keterhubungan di Era Digital Melalui Teknologi SDWAN

Sen 11 Oktober 2021, telkomtelstra

Keadaan dunia yang dinamis dan bergerak menuju perubahan, tentu akan tetap terjadi meski dalam kondisi pandemi maupun tidak. Sama halnya ketika sekarang setiap industri dihadapkan pada era disrupsi digital. Oleh karena itu, agar tetap bertahan, perusahaan didorong untuk melakukan transformasi digital. Berbagai teknologi dan inovasi digital bermunculan di tengah pandemi, yang mengubah perilaku dan pengalaman pengguna. Di sisi lain, adanya transformasi digital ini telah membuat seluruh dunia saling terhubung dan mengalami percepatan pertumbuhan.

Transformasi digital menawarkan berbagai solusi teknologi yang paling menjanjikan demi kelangsungan bisnis. Di masa depan, akan muncul Future Enterprise, sebuah organisasi dimana kegiatan operasional di semua lini akan berjalan secara digital. Hal ini mendorong organisasi tersebut untuk melakukan inovasi dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dibandingkan  bisnis tradisional.

Kondisi ini sejalan dengan prediksi International Data Corporation (IDC) bahwa pada 2022 ekonomi digital akan menjadi arus utama. Setidaknya 50% PDB Asia/Pasifik berasal dari produk dan layanan digital, sehingga memperlihatkan bahwa ada titik terang pemulihan (recovery horizons) di tengah pandemi yang masih berlangsung, khususnya dalam sektor ekonomi.

Proses pemulihan ini berlangsung secara bertahap yang ditandai dengan kondisi di kawasan Asia Tenggara. Pada kuartal akhir 2020, negara-negara di kawasan ini memperlihatkan tingkat optimisme yang lebih tinggi seiring dengan peluncuran vaksin dan tingkat infeksi di ASEAN telah stabil serta sebagian besar kegiatan ekonomi di tiap negara kembali berjalan. Sebagian besar pengeluaran teknologi difokuskan pada Cloud, Analytics, Automation/IoT, Aplikasi Keamanan dan Produktivitas/Komunikasi.

Disamping itu, hal ini membuat sejumlah CEO mengubah agenda utama dalam bisnisnya. Berdasarkan survei IDC Future Enterprise, “CEO Agendas: The Shift of Digital Deliveries in the Organization during the Pandemic, Februaryi 2021 memperlihatkan, sebanyak 55,6% responden berencana untuk memperluas jangkauan mereka dengan mengandalkan pendukung infrastruktur digital dalam layanan bisnis.

Kemudian, sebanyak 42,7% responden akan memaksimalkan penggunaan teknologi guna membuat operasi bisnis lebih tangguh. Diikuti oleh 41,7% responden yang mengadaptasi pendekatan baru untuk konektivitas (misalnya 5G) yang memungkinkan jangkauan yang lebih luas. Dan terakhir, sebanyak 38,9% responden menggunakan teknologi yang menciptakan keterlibatan yang lebih baik dengan pelanggan.

Oleh karena itu, IDC telah memprediksi bahwa yang dibutuhkan dunia saat ini adalah modernisasi platform yang dimiliki perusahaan. Hal ini didorong oleh semakin meningkatnya ancaman di dunia maya dan kebutuhan akan fungsionalitas baru. IDC memperkirakan, “hingga 65% organisasi akan secara agresif memodernisasi sistem lama mereka dengan melakukan investasi platform teknologi baru yang lebih ekstensif hingga tahun 2023.”

Berdayakan Bisnis dengan Percaya Diri

Saat ini telah terjadi The Data Explosion, dimana diperkirakan lebih dari 50 miliar perangkat telah terhubung ke internet pada 2020 (Sumber: Cisco Networking Index). Bahkan, terhitung sejak tahun 2020 dan seterusnya, dunia sistem keamanan akan terlihat sangat berbeda.

Tantangannya, perusahaan dituntut memiliki jaringan dan keamanan yang terintegrasi untuk melayani pelanggan, baik di pusat, cabang, rumah maupun di luar rumah. Hal ini penting dilakukan, mengingat lokasi kerja pelanggan saat ini tidak lagi terpatok pada satu tempat, dapat dilakukan berpindah-pindah sehingga mereka membutuhkan dukungan akses internet kapan saja, dimana saja.

Tuntutan ini muncul seiring dengan semakin banyak ketersediaan aplikasi pekerja jarak jauh, juga sekaligus memunculkan berbagai masalah. Ada sekitar 84% pengguna jarak jauh yang kehilangan akses ke aplikasi setidaknya sekali dalam seminggu, dan 11% lainnya mengungkapkan hal itu terjadi setiap hari.

Isu di atas memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut penggunaan teknologi baru serta manajemen perencanaan jaringan yang lebih efektif dan efisien untuk membangun organisasi yang siap digital dan mensukseskan kegiatan bisnis.

Salah satu yang menjadi pilihan perusahaan adalah fitur-futur yang ditawarkan oleh teknologi Software Defined Wide Area Network (SD-WAN), yang merupakan solusi jaringan yang lincah, fleksibel, terukur dan konsisten serta aman dalam operasionalnya. Dengan teknologi SD-WAN, perusahaan dapat menyederhanakan pengelolaan konektivitas cabang jarak jauh melalui aplikasi real-time dengan biaya yang efisien.

SD-WAN dirancang untuk mengakomodasi kinerja dari berbagai aplikasi cloud terdepan pada aplikasi publik yang digunakan perusahaan, seperti video conferencing dan desktop sharing. SDWAN merupakan pilihan tepat bagi customer yang menginginkan bandwidth yang lebih fleksibel dan kemampuan melakukan perubahan secara cepat.

Di sisi lain, customer juga ingin mengoptimalkan kinerja aplikasi dan memiliki visibilitas yang lebih besar ke WAN. Dengan SD-WAN, penggunaan aplikasi yang sedang berjalan dan berapa banyak bandwidth yang digunakan dapat dilihat lebih akurat. Customer bisa menyediakan perluasan lokasi cabang dan memenuhi pertumbuhan volume lalu lintas WAN yang terus meningkat disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

Pengguna SD WAN juga bisa memanfaatkan konektivitas secara lebih efisien dan mendapatkan nilai lebih dari bandwidth mereka. Disamping itu, dengan SDWAN pengguna juga dapat melakukan penyelarasan terhadap strategi jaringan dengan adopsi cloud, inisiatif digital dan melihat keterlibatan pelanggan. Penggunaan SD WAN juga untuk membantu mengubah bisnis mereka dan cara menjalankannya, serta mengurangi kerumitan yang terkait dengan pengelolaan dan penerapan WAN. SD WAN digunakan untuk akses yang lebih besar dan kontrol penuh  atas seluruh jaringan dari lokasi terpusat yang nyaman.

Digiserve (sebelumnya dikenal dengan Telkomtelstra) menggunakan WAN berkinerja tinggi, aplikasi cloud melalui internet, dan WAN hybrid untuk menyederhanakan implementasi dan mengurangi biaya serta memastikan kinerja perusahaan. Ketika kebutuhan organisasi semakin tinggi untuk menghubungkan jaringan perusahaan secara fleksibel di berbagai kantor cabang yang dimiliki tanpa harus memasang berbagai perangkat khusus yang mahal, maka implementasi SD-WAN akan terus berkembang.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk memiliki jaringan yang kuat, dapat diandalkan, dan aman untuk operasional kantor cabang yang tersebar secara geografis, SD-WAN berbasis cloud Digiserve terbukti dapat memberikan solusi jaringan terbaik untuk menjawab tantangan tersebut. Hal ini termasuk SASE, salah satu model WAN yang akan di deploy pada 2023. (Source: Gartner, Inc., Forecast Analysis: Gartner’s Initial Secure Access Service Edge Forecast, by Analyst Joe Skorupa , Nat Smith, Published 26 August 2020).

Kunci dari implementasi ini terletak pada komitmen perusahaan dalam menyelaraskan strategi untuk mengakomodasi semua perubahan dalam TI. Jika telah dilakukan, perusahaan akan mampu meningkatkan lebih dari dua kali lipat pertumbuhan pendapatan, retensi, dan laba jika dibandingkan dengan perusahaan yang tidak melakukan implementasi atau hanya melakukan sebagian strategi dalam lanskap TI-nya.

Digiserve memiliki solusi layanan SDWAN yang sudah terimplementasi di sejumlah lintas sektor industri di Indonesia. Dengan penggunaan SD WAN, perusahaan dapat menggunakan bandwidth secara efisien untuk mengatasi biaya operasional yang tinggi serta memudahkan instalasi serta pengaturan di setiap entitas organisasi, bahkan cabang yang sulit terjangkau sekalipun.

Dengan menggunakan multiple network path, nikmati peningkatan performa pada aspek bisnis dan kegesitan departemen IT Anda. Solusi ini menawarkan manajemen transformasi secara end-to-end (arsitektur, instalasi,  hingga operasional) pada enterprise WAN Anda, tanpa mengurangi keamanan dan privasi jaringan Anda.